Jumat, 23 Oktober 2009

Resensi Novel Sang Pemimpi

Judul Buku : Sang Pemimpi

Pengarang : Andrea Hirata

Penerbit : Bentang Pustaka

Cetakan : November 2004

Tebal : 290 halaman

Harga : Rp. 48.000,00

Ini adalah buku kedua dari tetraloginya Andrea Hirata. Novel ini menceritakan tentang Ikal(penulis itu sendiri/Andrea Hirata) bersama kedua temannya yaitu Arai dan Jimbron meraih mimpi-mimpinya. Novel ini merupakan lanjutan dari novel sebelumnya yaitu Laskar Pelangi. Di dalam novel ini terdapat beberapa karakter selain 3 tokoh utama, diantaranya yaitu Pak Mustar. Pak Mustar adalah seorang Kepala Sekolah SMA Bukan Main.

3 Seorang pemimpi(Ikal, Arai, Jimbron). Setelah tamat SMP, melanjutkan ke SMA Bukan Main. Disinilah perjuangan dan mimpi mereka bertiga ini dimulai. Ikal, salah satu dari anggota Laskar Pelangi, Arai, adalah saudara sepupu Ikal. Arai yang sudah yatim piatu sejak SD dan tinggal di rumah Ikal, sudah dianggap seperti anak sendiri oleh Ayah dan Ibu Ikal. Arai bias disebut juga sebagai Simpai Keramat. Orang Melayu biasa memberi julukan Simpai Keramat untuk orang terakhir yang tersisa dalam suatu klan. Dan Jimbron, anak angkat seorang pendeta yang biasa dipanggil Pendeta Geo karena yatim piatu juga sejak kecil sama halnya seperti Arai. Namun pendeta yang sangat baik dan tidak memaksakan keyakinan Jimbron, malah mengantarkan Jimbron menjadi muslim yang taat. Contohnya ketika Pendeta tersebut ikhlas mengantar Jimbron untuk pergi mengaji.

Arai dan Ikal begitu pintar dalam sekolahnya, sedangkan Jimbron, si penggemar kuda ini biasa-biasa aja. Malah menduduki rangking 78 dari 160 siswa. Sedangkan Ikal menduduki peringkat 3 dan Arai peringkat 5. Mimpi mereka sangat tinggi, karena bagi Arai, orang susah seperti mereka tidak akan berguna tanpa mimpi-mimpi. Mereka berdua mempunyai mimpi yang tinggi yaitu melanjutkan pendidikannya ke S Arbonne Perancis. Mereka terpukau dengan cerita Pak Belia, guru seninya, yang selalu meyebut-nyebut indahnya kota itu. Kerja keras, menjadi kuli ngambat mulai pukul 2 pagi sampai jam 7 dan dilanjutkan dengan sekolah, itulah perjuangan ketiga pemuda itu. Mati-matian mewujudkan impiannya. Ya, meskipun tabungan mereka tidak akan cukup untuk samapi kesana. Tapi jiwa optimisme Arai tak terbantahkan.

Hal yang paling lucu dalam novel ini yaitu ketika mereka bertiga mencoba untuk menonton film dewasa di dalam bioskop. Padahal Pak Mustar(Kepala Sekolah SMA Bukan Main) telah melarang seluruh anak-anak untuk tidak menonton film tersebut. Namun mereka bertiga yang penasaran berulang kali mencoba untuk menembus penjagaan untuk dapat menonton film tersebut. Mereka sudah tidak peduli lagi dengan larangan Pak Mustar. Dan akhirnya, setelah berulang kali mencoba, mereka akhirnya kesampaian untuk dapat menonton film tersebut. Mereka sangat asyik menimati tiap adegan dalam film tersebut, namun ketika hampir sampai dalam adegan puncak, tiba-tiba layar bioskop mati dan ternyata Pak Mustar sudah berada di depan mereka bertiga, dan siap memberi hukuman.

Setelah selesai SMA, Arai dan Ikal merantau ke Jawa, Bogor tepatnya. Sedangkan Jimbron lebih memilih untuk menjadi pekerja di ternak kuda di Belitong. Jimbron menghadiahkan kedua celengan kudanya yang berisi tabungannya selama ini kepada Ikal dan Arai. Dia yakin kalau Arai dan Ikal sampai di Perancis, maka jiwa Jimbron pun akan selalu bersama mereka. Berbula-bulan bersusah payah di Bogor, mencari pekerjaan untuk bertahan hidup susahnya minta ampun. Akhirnya setelah banyak pekerjaan tidak bersahabat ditempuh, Ikal diterima menjadi tukang sortir (tukang Pos), dan Arai memutuskan untuk merantau ke Kalimantan Tahun berikutnya, Ikal memutuskan untuk kuliah di Ekonomi UI. Dan setelah lulus, ada lowongan untuk mendapatkan biasiswa S2 ke Eropa. Beribu-ribu pesaing berhasil ia singkirkan dan akhirnya sampailah pada pertandingan untuk memperebutkan 15 besar.

Saat wawancara tiba, tidak disangka, profesor pengujinya begitu terpukau dengan proposal riset yang diajukan Ikal, meskipun hanya berlatar belakang sarjana Ekonomi yang masih bekerja sebagai Tukang Sortir, tulisannya begitu hebat. Akhirnya setelah wawancara selesai, siapa yang menyangka. Kejutan yang luar biasa. Arai pun ikut dalam wawancara itu. Bertahun-tahun tanpa kabar berita, akhirnya mereka berdua dipertemukan dalam suatu forum. Begitulah Arai, selalu penuh dengan kejutan. Semua ini sudah direncanaknnya bertahun-tahun. Ternyata dia kuliah di Universitas Mulawarman dan mengambil jurusan Bilogi. Tidak kalah dengan Ikal, proposal Risetnya juga begitu luar biasa.

Akhirnya sampai juga mereka pulang kampung ke Belitong. Dan ketika ada surat datang, mereka berdebar-debar membuka isinya. Ternyata isinya adalah pengumuman penerima Beasiswa ke Eropa. Arai begitu sedih karena dia sangat merindukan kedua orang tuanya. Sangat ingin membuka surat itu bersama orang yang sangat dia rindukan. Kegelisahan dimulai. Tidak kuasa mengetahui isi dari surat itu. Akhirnya Ikal diterima di Perguruan tinggi, Sarbone Perancis. Setelah perlahan mencocokkan dengan surat Arai, menakjubkan!, inilah jawaban dari mimpi-mimpi mereka. Kedua sang pemimpi ini ternyata diterima di Universitas yang sama. Tapi ini bukan akhir dari segalanya. Disinilah perjuanagan dari mimpi itu dimulai, dan siap melahirkan anak-anak mimpi berikutnya.

Setelah membaca novel ini, ada banyak hikmah yang dapat kita ambil, salah satunya yaitu sifat pantang menyerah Arai dan Ikal untuk melanjutkan sekolah mereka sampai ke Perancis. Dan mereka membuktikannya dengan cara belajar sungguh-sungguh dan bekerja keras untuk meraih mimpi-mimpi mereka.

Bahasa yang digunakan dalam novel ini adalah seluruhnya bahasa Indonesia, namun ada sebagian kata-kata atau istilah yang sulit untuk dimengerti. Untuk itu, Andrea Hirata sudah mempersiapkannya dengan cara menambahkan sedikit glosarium dibagian akhir buku. Bahasa novel ini tidak terlalu mudah, agak berbelit, namun masih dapat dimengerti dalam satu kali baca. Kemampuan penulis juga dapat terlihat, dengan menunjukkan bahasa-bahasa yang menarik yang tidak bosan untuk dibaca.

Yang menarik dalam novel ini yaitu buku ini merupakan buku kedua dari tetralogi Laskar Pelangi. Novel ini juga menjadi kelanjutan dari cerita novel Laskar Pelangi yang sangat terkenal itu. Cerita di novel ini dibuat senyambung mungkin dengan novel Laskar Pelangi. Setelah novel ini, masih ada 2 novel lagi yang menceritakan kehidupan Andrea Hirata dari yang masih kecil dan hanya bermimpi sampai ia menjadi orang yang telah sukses dan mewujudkan mimpi tersebut.

1 komentar:

  1. Lowongan Kerja English Tutor Konsultan Pendidikan Bahasa Inggris Nasional untuk cabang Samarinda & Balikpapan. Kirim surat lamaran & CV anda ke easyspeak.recruitment@gmail.com. Atau hubungi No Telp 0541-273163 (Samarinda) dan 0542-737537 (Balikpapan). Kunjungi www.easyspeak.co.id untuk mengetahui profile perusahaan kami. Terima Kasih.

    BalasHapus